Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 

Salam SasindoStaff AkademikPenelitianKreasiHaluan Sastra BudayaMajalah FillitraDarmasiswaTamu SasindoE-Mail Sasindo

Untuk
Tampilan Terbaik Gunakan Browser:

Browser Terbaik untuk Situs Ini
Kasih: Kamar Studi Ilmu Humaniora
Kamar Studi Ilmu Humaniora

Kreasi

Sasindo UNS '92
Album Foto Sasindo UNS '92
Link Sasindo Perguruan Tinngi Lain

SAJAK-SAJAK
WIERANTA


GADIS
Tiada gerlap bintang
seputih gigimu
Tiada kilau bulan
sepucat matamu

Sejuta gadis menari
di atas sepotong roti
Sejuta gadis menyanyi
di gelas-gelas sunyi

1987


JAKARTA SAJAKKU PADAMU

Di sini cintaku disapa bulan
yang hibuk menganyam hujan
berbaris kataku di bibir trotoar
memulung guguran awan bau cuka

Jakarta betapa api nafasmu
membutakan mata kata-kata
simpang jalan melebur harapan
hancur diganyang kesamaran

Di sini gadisku dihamili angin
yang pengap dan bau busuk
menusuk paru-paru
o, Jakarta nan gagah perkasa
di sini hidupku terbantai juga.

25-8-1987


RANJANG PENGANTIN

salam buat dwi & laila

ada sejuta bulan
merah kuning dan biru
bertaburan
merengkuh sukmamu

kalian telanjang
memeluk ranjang kehidupan
sambil berdendang
diayunan rembulan

udara bau melati
bagaikan bernyanyi
kembang-kembang di waktu pagi
mengajakmu menari

bangkitlah wahai
cium luka-lukamu
darah cinta
manis duka.

Solo, 29-7-1987


TAMAN MIMPI

-Untuk: S A N

ingin kuceritakan padamu
tentang seribu bintang
bertaburan di dua mataku

ingin kuceritakan padamu
tentang gelombang lautan
titip salam untukmu

bayangmu berkelebat
menangis tersendat-sendat
menarik ujung sepatuku

sungguh ganjil
saat-saat aku mabuk mimpi
aku menjelma bayi seusiamu
memunguti kembang memetiki bulan.

1987


ORANG-ORANG USIRAN

tangis-tangis
menyapa pohon dan langit
cerita tentang orang usiran
menjadi agenda sehari-hari
pabrik kepulkan asap bau darah
kelaparan pekerja

mayat-mayat
pandangi tiap mata lewat
dongeng tentang orang sekarat
terlukis di gantungan bulan
pabrik merajai kehidupan
atas bangkai para pekerja

pabrik-pabrik
menyedot darah dan kehidupan
laki-laki bau kemiskinan
sekarat menetek belas kasihan
dan hanya tajam pedang
siap pancung istri dan bayi mereka.

1987


AJAL

Seperti satelit kehabisan darah
melayang di benua kelam
kesandung mega malang
seorang lelaki menutupi luka

Semangat itu menggodanya
hasrat menggenggam jagad sekepal jari
mendamparkan perahu di lautan debu
seorang lelaki menutupi luka

Lantas akrab dengan kamar salju
dari sunyi ke sunyi
masuk ke lorong rahasia
yang menawarkan segelas janji

Janji telah bertaburan
ke segala penjuru ruang
dengan penuh keluh kesah
tangis melela muka luka

1986


SAJAK KURANG TIDUR

Semalam kurang tidur
menunggu bulan sembunyi
sementara gagak malam
mengembangkan sayap-sayap kematian
ada yang terpuruk
di depan mayatku pada mimpi
seorang tua silangkan pisau
yang tajam menusuk tidurku

Ah, semalam kurang tidur
melihat peta gelap tergelar di tepi mata
kembang-kembang gugur
masih dekatkah malam itu
malam jadi pisau
mengajak bercanda nyalangkan mata
dan menikam dengan kebalauan.

1986


MENYONGSONG LANGIT

betapa hidup kusaksikan
hari-hari yang lewat: senyap
aku tahu
luka telah sembuh
seperti sedia waktu
hendaknya kekal
dari tiada ke tiada

penghapusan sejarah
mencoba melupakan
langit biru yang pernah kita cium
dan cerita telah menyusuri jalannya sendiri
jarum zaman enggan ke belakang

akhirnya
semoga jalan makin tergelar
tiada bisik busuk
lukisan sejati
telah ketemu: esok atau lusa
hanya sepasang manusia
terpisahkan manisnya kenyataan.

3-6-1986


TANGGA

ada langit
teduh menudungi sukma
ruh langit warna lepas
membeku tertetak darah

ada dingin
memagut hidup
kata terlahir
untuk mantra selamat

ah apa celaka itu pasti
apa saya atau kapan saja?

sebutkanlah kiranya
sekuens hidup
cinta
berpisah
maut.

1986

Hak Cipta Kasih 2000
10 Jun 2000 01:49 PM