SAJAK-SAJAK
WIERANTA
GADIS
Tiada gerlap bintang
seputih gigimu
Tiada kilau bulan
sepucat matamu
Sejuta gadis menari
di atas sepotong roti
Sejuta gadis menyanyi
di gelas-gelas sunyi
1987
JAKARTA SAJAKKU PADAMU
Di sini cintaku disapa bulan
yang hibuk menganyam hujan
berbaris kataku di bibir trotoar
memulung guguran awan bau cuka
Jakarta betapa api nafasmu
membutakan mata kata-kata
simpang jalan melebur harapan
hancur diganyang kesamaran
Di sini gadisku dihamili angin
yang pengap dan bau busuk
menusuk paru-paru
o, Jakarta nan gagah perkasa
di sini hidupku terbantai juga.
25-8-1987
RANJANG PENGANTIN
salam buat dwi & laila
ada sejuta bulan
merah kuning dan biru
bertaburan
merengkuh sukmamu
kalian telanjang
memeluk ranjang kehidupan
sambil berdendang
diayunan rembulan
udara bau melati
bagaikan bernyanyi
kembang-kembang di waktu pagi
mengajakmu menari
bangkitlah wahai
cium luka-lukamu
darah cinta
manis duka.
Solo, 29-7-1987
TAMAN MIMPI
-Untuk: S A N
ingin kuceritakan padamu
tentang seribu bintang
bertaburan di dua mataku
ingin kuceritakan padamu
tentang gelombang lautan
titip salam untukmu
bayangmu berkelebat
menangis tersendat-sendat
menarik ujung sepatuku
sungguh ganjil
saat-saat aku mabuk mimpi
aku menjelma bayi seusiamu
memunguti kembang memetiki bulan.
1987
ORANG-ORANG USIRAN
tangis-tangis
menyapa pohon dan langit
cerita tentang orang usiran
menjadi agenda sehari-hari
pabrik kepulkan asap bau darah
kelaparan pekerja
mayat-mayat
pandangi tiap mata lewat
dongeng tentang orang sekarat
terlukis di gantungan bulan
pabrik merajai kehidupan
atas bangkai para pekerja
pabrik-pabrik
menyedot darah dan kehidupan
laki-laki bau kemiskinan
sekarat menetek belas kasihan
dan hanya tajam pedang
siap pancung istri dan bayi
mereka.
1987
AJAL
Seperti satelit kehabisan darah
melayang di benua kelam
kesandung mega malang
seorang lelaki menutupi luka
Semangat itu menggodanya
hasrat menggenggam jagad sekepal
jari
mendamparkan perahu di lautan
debu
seorang lelaki menutupi luka
Lantas akrab dengan kamar salju
dari sunyi ke sunyi
masuk ke lorong rahasia
yang menawarkan segelas janji
Janji telah bertaburan
ke segala penjuru ruang
dengan penuh keluh kesah
tangis melela muka luka
1986
SAJAK KURANG TIDUR
Semalam kurang tidur
menunggu bulan sembunyi
sementara gagak malam
mengembangkan sayap-sayap
kematian
ada yang terpuruk
di depan mayatku pada mimpi
seorang tua silangkan pisau
yang tajam menusuk tidurku
Ah, semalam kurang tidur
melihat peta gelap tergelar di
tepi mata
kembang-kembang gugur
masih dekatkah malam itu
malam jadi pisau
mengajak bercanda nyalangkan mata
dan menikam dengan kebalauan.
1986
MENYONGSONG LANGIT
betapa hidup kusaksikan
hari-hari yang lewat: senyap
aku tahu
luka telah sembuh
seperti sedia waktu
hendaknya kekal
dari tiada ke tiada
penghapusan sejarah
mencoba melupakan
langit biru yang pernah kita cium
dan cerita telah menyusuri
jalannya sendiri
jarum zaman enggan ke belakang
akhirnya
semoga jalan makin tergelar
tiada bisik busuk
lukisan sejati
telah ketemu: esok atau lusa
hanya sepasang manusia
terpisahkan manisnya kenyataan.
3-6-1986
TANGGA
ada langit
teduh menudungi sukma
ruh langit warna lepas
membeku tertetak darah
ada dingin
memagut hidup
kata terlahir
untuk mantra selamat
ah apa celaka itu pasti
apa saya atau kapan saja?
sebutkanlah kiranya
sekuens hidup
cinta
berpisah
maut.
1986
Hak Cipta Kasih 2000
10 Jun 2000 01:49 PM
|